BAB I
PENDAHULUAN
Kesenian
adalah salah satu perwujudan kebudayaan. Seni pada hakikatnya merupakan upaya
dari manusia untuk menginterpretasikan kembali pengalaman hidupnya (Jazuli
1994:14). Rasa seni dan selera keindahan tidak dapat terpisahkan dari kehidupan.
Salah satu bentuk tari
sebagai kesenian tradisional lokal adalah kesenian tari topeng endel. Daerah
Tegal khususnya desa Slarang lor kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Tari
topeng endel merupakan kesenian khas tegal yang masih berkembang dan dapat
dilihat sekarang ini. Yang menarik dari tari topeng endel ini adalah tariannya
masih exist, fungsional, dan perlu dikaji lagi.
Kesenian
tradisional rakyat tersebut merupakan harta warisan kebudayaan yang perlu
dilestarikan kebudayaannya. Sebagai contoh kesenian tradisi kerakyatan yang ada
di daerah tegal yaitu wayang gaya tegal, gending tegal asli misalnya ilo ilo
itek, lurung bingung, tari topeng patih, tari topeng kresna, tari topeng klana,
dan tari topeng endel.
Masing-masing jenis kesenian tradisional kerakyatan
tersebut memiliki kekhususan, keunikan, dan karakteristik tersendiri yang
berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Prihantini (2008:11),
menyebutkan bahwa yang disebut seni rakyat pada mulanya di mulai oleh pencipta
yang juga anggota masyarakat dan seterusnya masyarakat setempat mengklaim
sebagai miliknya.
Masalah yang akan di bahas dalam tulisan ini antara lain
sejarah kesenian tari topeng endel, prosesi penyajian, dan perkembangan
kesenian tari topeng endel di masa sekarang.
Berangkat dari latar
belakang tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kesenian tari
topeng endel, mengetahui prosesi penyajian yang ada di kesenian tari topeng
endel, mengetahui perkembangan tari topeng endel. Selain tujuan, ada pula
manfaat mengkaji kesenian tari topeng endel. Yaitu agar pembaca dapat
mengetahui lebih dalam tentang tari endel dan dapat melestarikan kesenian
khususnya kesenian di daerah sendiri.
Analisis
sosiologi
Analisis sosiologi menggunakan teori fungsional.
Pengertian Teori secara umum yaitu sebuah sistem konsep abstrak yang
mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu
untuk memahami sebuah fenomena. Teori
fungsional adalah komponen atau sebuah sistem yang terkait secara fungsional.
Teori ini digunakan karena sangat fungsional dimana gerak yang satu dengan yang
lainnya berkaitan.
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah
kesenian tari topeng endel
Kesenian
tari topeng endel adalah salah satu kesenian khas tradisional kerakyatan di
Desa slarang lor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Penduduk sekitar
menjadikan kesenian tari topeng endel sebagai identitas Kota Tegal.
Di tinjau dari bahasanya, topeng
adalah penutup wajah yang terbuat dari kayu atau kertas yang berbantuk wajah
manusia atau binatang. Sementara endel dalam bahasa jawa batur wadon (pembantu
wanita/pengiring) (atmodjo, 1990:94). Sedangkan dalam bahasa tegal di artikan
sebagai ganjen, lincah atau genit.
Tari
topeng endel biasa dibawakan oleh satu atau dua penari bergantian. Tari topeng
endel ini menggambarkan seorang pembantu yang tugasnya menghibur ratu atau raja
dengan karakter lincah, genit, dan ganjen. Pertunjukkan tari topeng endel di
awali oleh penari atau ronggeng bernama ibu Darem dan sebagai penarinya yaitu
Ibu Warni, kemudian di turunkan kepada Ibu Sawitri dan purwanti sebagai penari.kesenian
tari topeng endel Pada periode ibu Warni
dan Ibu Sawitri mengalami masa kejayaan sekitar tahun 1950-1960.
Di
desa slarang lor inilah ibu sawitri menetap. Selama hampir 20 tahun,berputra 3
dan 4 cucu ini menghabiskan kesehariannya sebagai penjual makanan pagi. Dari
berdagang inilah, hidup mereka masih bisa tertopang. Ibu sawitri pun masih
meneruskan ilmunya dalam menari.
Beliau mempelajari gerakan tari
sejak kecil dan pengalamannya pun sudah banyak. Ibu sawitri mendapatkan
kepercayaan mendampingi ibunya menari tari topeng endel di usianya yang ke-20.
Salah
satu kekhasan tari topeng endel adalah iringan musik jawa dengan gendhing
tegalan, ragam gerak yang khas seperti giyul dan jeglong yang hanya ada di
topeng endel.
Dalam pertunjukkan tari topeng
endel tidak mengandung makna tertentu namun unsur keindahan dalam gerak sangat
diutamakan sehingga mampu membawakan keindahan, kedinamisan, dan kelincahan
dalam gerak. Contoh: gerak lontang, jeglong, egolan, yang memberi arti endel
lincah dan gendhil.
Prosesi
penyajian kesenian tari topeng endel
Ø Gerak
Ciri khas yang muncul dari gerak tari
kerakyatan ini adalah bahwa geraknya masih simple dan sangat sederhana. Akan
tetapi gerak-gerak dalam tari topeng endel sudah memiliki susunan gerak pasti,
walaupun gerak tersebut adalah gerakan sederhana yang diulang-ulang. Gerak pada
tari ini sebagian besar seperti gaya tari surakarta. Dalam penyajian tari
topeng endel ini memerlukan waktu latihan cukup lama dalam persiapan pentas
kesenian tari topeng endel tersebut. Gerak tari penari dalam tari topeng endel
hampir memanfaatkan semua anggota badan mulai dari kepala, badan, tangan, dan
kaki. Gerak giyul contohnya, Giyul adalah menggoyangkan pinggul dengan posisi
kaki jejer jenjeng tangan kiri mentang lurus ke bawah, lalu gerak jeglong ,
jeglong adalah kaki tanjak kanan, tangan kiri sampur, tangan kanan nekuk lalu
proses jeglong.
tum Kostum dan Tata Rias
Kostum
atau busana merupakan unsur pelengkap dalam sajian tari. Rias merupakan hal
yang sangat penting, rias juga hal yang paling peka karena penonton akan
menikmatmati tarian itu dengan memperhatikan wajah penarinya pula. Penggunaan
busana atau kostum yang biasanya dipakai seperti Topeng penutup wajah berbentuk
lukisan wajah manusia, kain jarik, Kemben, mekak, Sabuk, Dua sampur kanan dan
kiri, Slempang dada, Jenis-jenis make-up yang dipakai oleh penari topeng endel
adalah sebagai berikut : pembersih, penyegar, pelembab, alas bedak, bedak
tabur, lipstick, ashedo, blash on, bulu mata, pidiih warna hitam untuk
pembuatan alis. Tata rias yang dipakai menggunakan tata rias Putri lenyap, Rias
rambut menggunakan sanggul gaya surakarta yang di hiasi oleh rangkaian bunga
melati dan cunduk mentul lima buah, Gelang tangan, Anting, Sisir, kalung.
Ø
Iringan dan Tembang
Iringan
yang di gunakan menggunakan gamelan, di iringi gendhing lancaran ombak banyu
laras slendro manyuro. Gamelannya seperti bonang, kendhang, demung, saron, kenong, kempul dll.
Syair lagu yang
di gunakan sebagai berikut:
Sari rasa rasane
wong kena guna
Wong manis aseme gawe
kedandan
Sari laut, laut cilik banyu kali
Aja
isin womng ngelengani ati
Sari raga, raga
pria banyu wati
Wani sonten langsing miwiti
Sari bumi, bumi
jero militeraja mundur wes kadung gadi siji
Sarigeni,
geni murub ning petenas temen wong ngelamar balekna
Gunung cilik watu laut nganggo sawangan
Aja umuk wong umuk bakale wiring
Sarung jagung sega beras pari kuning
Obot
temen wong lanang demenan maning
Tikus
klapa klapa ketan digubani
Repan
manjing konangan bojone
Kali
cilik godonge suket keli
aja klalen wong sugih karo batire
Kembang gedang tiba mlumbang banyu udan
K kayong untung wong nganggur olih gawean
S saron kayu ditinggal karo wadae
Aja
nembang nguru-nguri budayane
Kunir
sigar batok klapa go cukuran
Apa
maning sing dadi sukeran raga
Bawang
jae tembang karet nggo centilan
Anget temen urip rukun saduluran
Klapa alit giwing kali nggo slarakan
Laku
Dalam
seni pertunjukkan, manusia atau pemeran tari adalah unsur atau objek terpenting
yang berfungsi sebagai media utama seni pertunjukkan. Pelaku dalam pertunjukkan
tari topeng endel ini hanya penari topeng endel itu sendiri. Di mana penarinya
menjadi pelaku utama dan menjadi pusat perhatian bagi penikmatnya.
Penari tari topeng ini merupakan
keturunan atau penerus dari para seniman terdahulu.
Penonton dijadikan sebagai tolok ukur
keberhasilan dan kesuksesan suatu pertunjukkan karena pada dasarnya suatu
pertunjukkan seni saat ini lebih dimaksudkan sebagai suatu yang dipertontonkan
kepada khalayak untuk di minati bersama. Tari topeng endel sering menyedot
penonton dari berbagai kalangan. Seperti teman-teman pejabat kota, mahasiswa,
anak-anak,dll
Seperti
festival, penonton itu akan dipersiapkan
secara matang misalnya perangkat desa, camat, bupati, dll
Perkembangan
kesenian tari topeng endel
Perkembangan kesenian tari topeng
endel di masa sekarang sudah mulai redup, mengingat generasi sekarang lebih
tertarik pada budaya modern. Beberapa faktor yang menyebabkan kesenian tari
topeng endel jarang diminati masyarakat ataupun pelajar, seperti Berubahnya
pola pikir masyarakat yang tidak lagi terikat dengan kesenian tradisional,
Tarian tradisional mulai tergusur dengan adanya tarian-tarian modern,
Pertunjukkan tari topeng endel jarang di libatkan dalam acara-acara kesenian.
Karena itu perlu adanya pelestarian kebudayaan sendiri sehingga tidak punah.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas dapat
disimpulkan bahwa kesenian tari endel
merupakan kesenian asli dari tegal, penarinyadi mainkan oleh seorang
wanita memakai topeng yang berbentuk
lukisan wajah cantik yang menggambarkan seorang pembantu yang tugasnya
menghibur raja atau ratu.
Tari
topeng memiliki nilai tambah sebagai aset budaya tegal yang perlu dilestarikan
keberadaannya
Kesenian
tari topeng endel berfungsi sebagai sarana hiburan, sarana pertunjukkan dan
sebagai tarian penyambut tamu. Bentuk penyajian tari endel diiringi dengan
gendhing lancaran ombak banyu laras slendro manyuro, tari topeng endel
mengalami perubahan bentuk penyajian seperti: gerak, iringan, tata rias dan
busana, tempat dan pertunjukkan, pelaku, properti, dan penonton.
Perkembangan
kesenian tari topeng endel sekarang sudah mulai tidak nampak, dan jarang di
minati. Maka dari itu perlu pelestarian tari topeng endel dengan pementasan
seni tari baik di lakukan melalui sekolah-sekolah, perlombaan, acara resmi atau
non resmi, sanggar-sanggar, sehingga dapat memperkenalkan kesenian daerah
sebagai perwujudan jati diri Kabupaten Tegal.
Warisan
budaya lokal perlu dilestarikan dan diangkat maknanya sehingga dapat di
manfaatkan dalam semua bidang (Badan pengembangan kebudayaan dan pariwisata.
2003).
DAFTAR PUSTAKA
Tutoli,
Nani. 2003, “Badan pengembangan,
kebudayaan, dan pariwisata.
Jazuli.2011.
“Sosiologi seni”. Solo. Program buku
teks lembaga pengembangan pendidikan universitas sebelas maret