Minggu, 04 Mei 2014

Paper Sosiologi antropologi


BAB I
PENDAHULUAN

            Kesenian adalah salah satu perwujudan kebudayaan. Seni pada hakikatnya merupakan upaya dari manusia untuk menginterpretasikan kembali pengalaman hidupnya (Jazuli 1994:14). Rasa seni dan selera keindahan tidak dapat terpisahkan dari kehidupan.
Salah satu bentuk tari sebagai kesenian tradisional lokal adalah kesenian tari topeng endel. Daerah Tegal khususnya desa Slarang lor kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Tari topeng endel merupakan kesenian khas tegal yang masih berkembang dan dapat dilihat sekarang ini. Yang menarik dari tari topeng endel ini adalah tariannya masih exist, fungsional, dan perlu dikaji lagi.
            Kesenian tradisional rakyat tersebut merupakan harta warisan kebudayaan yang perlu dilestarikan kebudayaannya. Sebagai contoh kesenian tradisi kerakyatan yang ada di daerah tegal yaitu wayang gaya tegal, gending tegal asli misalnya ilo ilo itek, lurung bingung, tari topeng patih, tari topeng kresna, tari topeng klana, dan tari topeng endel.
            Masing-masing jenis kesenian tradisional kerakyatan tersebut memiliki kekhususan, keunikan, dan karakteristik tersendiri yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Prihantini (2008:11), menyebutkan bahwa yang disebut seni rakyat pada mulanya di mulai oleh pencipta yang juga anggota masyarakat dan seterusnya masyarakat setempat mengklaim sebagai miliknya.
            Masalah yang akan di bahas dalam tulisan ini antara lain sejarah kesenian tari topeng endel, prosesi penyajian, dan perkembangan kesenian tari topeng endel di masa sekarang.
Berangkat dari latar belakang tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kesenian tari topeng endel, mengetahui prosesi penyajian yang ada di kesenian tari topeng endel, mengetahui perkembangan tari topeng endel. Selain tujuan, ada pula manfaat mengkaji kesenian tari topeng endel. Yaitu agar pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang tari endel dan dapat melestarikan kesenian khususnya kesenian di daerah sendiri.

Analisis sosiologi

            Analisis sosiologi menggunakan teori fungsional. Pengertian Teori secara umum yaitu sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu untuk memahami sebuah fenomena.  Teori fungsional adalah komponen atau sebuah sistem yang terkait secara fungsional. Teori ini digunakan karena sangat fungsional dimana gerak yang satu dengan yang lainnya berkaitan.





BAB II
PEMBAHASAN


Sejarah kesenian tari topeng endel
                    
            Kesenian tari topeng endel adalah salah satu kesenian khas tradisional kerakyatan di Desa slarang lor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Penduduk sekitar menjadikan kesenian tari topeng endel sebagai identitas Kota Tegal.
Di tinjau dari bahasanya, topeng adalah penutup wajah yang terbuat dari kayu atau kertas yang berbantuk wajah manusia atau binatang. Sementara endel dalam bahasa jawa batur wadon (pembantu wanita/pengiring) (atmodjo, 1990:94). Sedangkan dalam bahasa tegal di artikan sebagai ganjen, lincah atau genit.
            Tari topeng endel biasa dibawakan oleh satu atau dua penari bergantian. Tari topeng endel ini menggambarkan seorang pembantu yang tugasnya menghibur ratu atau raja dengan karakter lincah, genit, dan ganjen. Pertunjukkan tari topeng endel di awali oleh penari atau ronggeng bernama ibu Darem dan sebagai penarinya yaitu Ibu Warni, kemudian di turunkan kepada Ibu Sawitri dan purwanti sebagai penari.kesenian tari topeng endel  Pada periode ibu Warni dan Ibu Sawitri mengalami masa kejayaan sekitar tahun 1950-1960.
            Di desa slarang lor inilah ibu sawitri menetap. Selama hampir 20 tahun,berputra 3 dan 4 cucu ini menghabiskan kesehariannya sebagai penjual makanan pagi. Dari berdagang inilah, hidup mereka masih bisa tertopang. Ibu sawitri pun masih meneruskan ilmunya dalam menari.
Beliau mempelajari gerakan tari sejak kecil dan pengalamannya pun sudah banyak. Ibu sawitri mendapatkan kepercayaan mendampingi ibunya menari tari topeng endel di usianya yang ke-20.
            Salah satu kekhasan tari topeng endel adalah iringan musik jawa dengan gendhing tegalan, ragam gerak yang khas seperti giyul dan jeglong yang hanya ada di topeng endel.
Dalam pertunjukkan tari topeng endel tidak mengandung makna tertentu namun unsur keindahan dalam gerak sangat diutamakan sehingga mampu membawakan keindahan, kedinamisan, dan kelincahan dalam gerak. Contoh: gerak lontang, jeglong, egolan, yang memberi arti endel lincah dan gendhil.

                                   
Prosesi penyajian kesenian tari topeng endel

Ø Gerak

   Ciri khas yang muncul dari gerak tari kerakyatan ini adalah bahwa geraknya masih simple dan sangat sederhana. Akan tetapi gerak-gerak dalam tari topeng endel sudah memiliki susunan gerak pasti, walaupun gerak tersebut adalah gerakan sederhana yang diulang-ulang. Gerak pada tari ini sebagian besar seperti gaya tari surakarta. Dalam penyajian tari topeng endel ini memerlukan waktu latihan cukup lama dalam persiapan pentas kesenian tari topeng endel tersebut. Gerak tari penari dalam tari topeng endel hampir memanfaatkan semua anggota badan mulai dari kepala, badan, tangan, dan kaki. Gerak giyul contohnya, Giyul adalah menggoyangkan pinggul dengan posisi kaki jejer jenjeng tangan kiri mentang lurus ke bawah, lalu gerak jeglong , jeglong adalah kaki tanjak kanan, tangan kiri sampur, tangan kanan nekuk lalu proses jeglong.


tum      Kostum dan Tata Rias

Kostum atau busana merupakan unsur pelengkap dalam sajian tari. Rias merupakan hal yang sangat penting, rias juga hal yang paling peka karena penonton akan menikmatmati tarian itu dengan memperhatikan wajah penarinya pula. Penggunaan busana atau kostum yang biasanya dipakai seperti Topeng penutup wajah berbentuk lukisan wajah manusia, kain jarik, Kemben, mekak, Sabuk, Dua sampur kanan dan kiri, Slempang dada, Jenis-jenis make-up yang dipakai oleh penari topeng endel adalah sebagai berikut : pembersih, penyegar, pelembab, alas bedak, bedak tabur, lipstick, ashedo, blash on, bulu mata, pidiih warna hitam untuk pembuatan alis. Tata rias yang dipakai menggunakan tata rias Putri lenyap, Rias rambut menggunakan sanggul gaya surakarta yang di hiasi oleh rangkaian bunga melati dan cunduk mentul lima buah, Gelang tangan, Anting, Sisir, kalung.

Ø Iringan dan Tembang

Iringan yang di gunakan menggunakan gamelan, di iringi gendhing lancaran ombak banyu laras slendro manyuro. Gamelannya seperti bonang, kendhang, demung,  saron, kenong, kempul dll.

Syair lagu yang di gunakan sebagai berikut:
Sari rasa rasane wong kena guna
Wong manis aseme gawe kedandan
     Sari laut, laut cilik banyu kali
     Aja isin womng ngelengani ati
               Sari raga, raga pria banyu wati
          Wani sonten langsing miwiti
               Sari bumi, bumi jero militeraja mundur wes kadung gadi siji
                      Sarigeni, geni murub ning petenas temen wong ngelamar balekna
      Gunung cilik watu laut nganggo sawangan
      Aja umuk wong umuk bakale wiring
      Sarung jagung sega beras pari kuning
                   Obot temen wong lanang demenan maning
                   Tikus klapa klapa ketan digubani
                   Repan manjing konangan bojone
                   Kali cilik godonge suket keli 
       aja klalen wong sugih karo batire
       Kembang gedang tiba mlumbang banyu udan
K    kayong untung wong nganggur olih gawean
S    saron kayu ditinggal karo wadae
                   Aja nembang nguru-nguri budayane
                   Kunir sigar batok klapa go cukuran
                   Apa maning sing dadi sukeran raga
                   Bawang jae tembang karet nggo centilan
      Anget temen urip rukun saduluran
      Klapa alit giwing kali nggo slarakan
    
      Laku
Dalam seni pertunjukkan, manusia atau pemeran tari adalah unsur atau objek terpenting yang berfungsi sebagai media utama seni pertunjukkan. Pelaku dalam pertunjukkan tari topeng endel ini hanya penari topeng endel itu sendiri. Di mana penarinya menjadi pelaku utama dan menjadi pusat perhatian bagi penikmatnya.
          Penari tari topeng ini merupakan keturunan atau penerus dari para seniman terdahulu.

Penonton
          Penonton dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan dan kesuksesan suatu pertunjukkan karena pada dasarnya suatu pertunjukkan seni saat ini lebih dimaksudkan sebagai suatu yang dipertontonkan kepada khalayak untuk di minati bersama. Tari topeng endel sering menyedot penonton dari berbagai kalangan. Seperti teman-teman pejabat kota, mahasiswa, anak-anak,dll
Seperti festival,  penonton itu akan dipersiapkan secara matang misalnya perangkat desa, camat, bupati, dll

Perkembangan kesenian tari topeng endel

            Perkembangan kesenian tari topeng endel di masa sekarang sudah mulai redup, mengingat generasi sekarang lebih tertarik pada budaya modern. Beberapa faktor yang menyebabkan kesenian tari topeng endel jarang diminati masyarakat ataupun pelajar, seperti Berubahnya pola pikir masyarakat yang tidak lagi terikat dengan kesenian tradisional, Tarian tradisional mulai tergusur dengan adanya tarian-tarian modern, Pertunjukkan tari topeng endel jarang di libatkan dalam acara-acara kesenian. Karena itu perlu adanya pelestarian kebudayaan sendiri sehingga tidak punah.







BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

       Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa  kesenian tari endel merupakan kesenian asli dari tegal, penarinyadi mainkan oleh seorang wanita  memakai topeng yang berbentuk lukisan wajah cantik yang menggambarkan seorang pembantu yang tugasnya menghibur raja atau ratu.
Tari topeng memiliki nilai tambah sebagai aset budaya tegal yang perlu dilestarikan keberadaannya
Kesenian tari topeng endel berfungsi sebagai sarana hiburan, sarana pertunjukkan dan sebagai tarian penyambut tamu. Bentuk penyajian tari endel diiringi dengan gendhing lancaran ombak banyu laras slendro manyuro, tari topeng endel mengalami perubahan bentuk penyajian seperti: gerak, iringan, tata rias dan busana, tempat dan pertunjukkan, pelaku, properti, dan penonton.
Perkembangan kesenian tari topeng endel sekarang sudah mulai tidak nampak, dan jarang di minati. Maka dari itu perlu pelestarian tari topeng endel dengan pementasan seni tari baik di lakukan melalui sekolah-sekolah, perlombaan, acara resmi atau non resmi, sanggar-sanggar, sehingga dapat memperkenalkan kesenian daerah sebagai perwujudan jati diri Kabupaten Tegal.
Warisan budaya lokal perlu dilestarikan dan diangkat maknanya sehingga dapat di manfaatkan dalam semua bidang (Badan pengembangan kebudayaan dan pariwisata. 2003).






DAFTAR PUSTAKA

Tutoli, Nani. 2003, “Badan pengembangan, kebudayaan, dan pariwisata.
Jazuli.2011. “Sosiologi seni”. Solo. Program buku teks lembaga pengembangan pendidikan universitas sebelas maret